Hipotesis Nebula
Hipotesis nebula pertama kali
dikemukakan oleh Emanuel
Swedenborg (1688-1772)[1] tahun
1734 dan disempurnakan oleh
Immanuel Kant (1724-1804) pada
tahun 1775. Hipotesis serupa juga
dikembangkan oleh Pierre Marquis
de Laplace[2] secara independen
pada tahun 1796. Hipotesis ini, yang
lebih dikenal dengan Hipotesis
Nebula Kant-Laplace, menyebutkan
bahwa pada tahap awal, Tata Surya
masih berupa kabut raksasa. Kabut
ini terbentuk dari debu, es, dan gas
yang disebut nebula, dan unsur gas
yang sebagian besar hidrogen. Gaya
gravitasi yang dimilikinya
menyebabkan kabut itu menyusut
dan berputar dengan arah tertentu,
suhu kabut memanas, dan akhirnya
menjadi bintang raksasa (matahari).
Matahari raksasa terus menyusut
dan berputar semakin cepat, dan
cincin-cincin gas dan es terlontar ke
sekeliling matahari. Akibat gaya
gravitasi, gas-gas tersebut memadat
seiring dengan penurunan suhunya
dan membentuk planet dalam dan
planet luar. Laplace berpendapat
bahwa orbit berbentuk hampir
melingkar dari planet-planet
merupakan konsekuensi dari
pembentukan mereka.[3]
Hipotesis Planetisimal
Hipotesis planetisimal pertama kali
dikemukakan oleh Thomas C.
Chamberlin dan Forest R. Moulton
pada tahun 1900. Hipotesis
planetisimal mengatakan bahwa
Tata Surya kita terbentuk akibat
adanya bintang lain yang lewat
cukup dekat dengan matahari, pada
masa awal pembentukan matahari.
Kedekatan tersebut menyebabkan
terjadinya tonjolan pada permukaan
matahari, dan bersama proses
internal matahari, menarik materi
berulang kali dari matahari. Efek
gravitasi bintang mengakibatkan
terbentuknya dua lengan spiral yang
memanjang dari matahari.
Sementara sebagian besar materi
tertarik kembali, sebagian lain akan
tetap di orbit, mendingin dan
memadat, dan menjadi benda-
benda berukuran kecil yang mereka
sebut planetisimal dan beberapa
yang besar sebagai protoplanet.
Objek-objek tersebut bertabrakan
dari waktu ke waktu dan
membentuk planet dan bulan,
sementara sisa-sisa materi lainnya
menjadi komet dan asteroid.
Hipotesis Pasang Surut Bintang
Hipotesis pasang surut bintang
pertama kali dikemukakan oleh
James Jeans pada tahun 1917. Planet
dianggap terbentuk karena
mendekatnya bintang lain kepada
matahari. Keadaan yang hampir
bertabrakan menyebabkan
tertariknya sejumlah besar materi
dari matahari dan bintang lain
tersebut oleh gaya pasang surut
bersama mereka, yang kemudian
terkondensasi menjadi planet.[3]
Namun astronom Harold Jeffreys
tahun 1929 membantah bahwa
tabrakan yang sedemikian itu
hampir tidak mungkin terjadi.[3]
Demikian pula astronom Henry
Norris Russell mengemukakan
keberatannya atas hipotesis
tersebut.[4]
Hipotesis Kondensasi
Hipotesis kondensasi mulanya
dikemukakan oleh astronom
Belanda yang bernama G.P. Kuiper
(1905-1973) pada tahun 1950.
Hipotesis kondensasi menjelaskan
bahwa Tata Surya terbentuk dari
bola kabut raksasa yang berputar
membentuk cakram raksasa.
Hipotesis Bintang Kembar
Hipotesis bintang kembar awalnya
dikemukakan oleh Fred Hoyle
(1915-2001) pada tahun 1956.
Hipotesis mengemukakan bahwa
dahulunya Tata Surya kita berupa
dua bintang yang hampir sama
ukurannya dan berdekatan yang
salah satunya meledak
meninggalkan serpihan-serpihan
kecil. Serpihan itu terperangkap oleh
gravitasi bintang yang tidak meledak
dan mulai mengelilinginya.
cursor
Welcome in ♣Indonesian Hogwarts school of witchcraft and wizardry♣
♣Latihan bagi ekskul LD IHSW♣
Hosted by Daily Free Games
Tampilkan postingan dengan label Astronomi class. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Astronomi class. Tampilkan semua postingan
Jumat, 03 September 2010
Beberapa Teori Hipotesis terjadinya Tata Surya
Label:
Astronomi class
Tata Surya
adalah kumpulan
benda langit yang terdiri atas sebuah
bintang yang disebut Matahari dan
semua objek yang terikat oleh gaya
gravitasinya. Objek-objek tersebut
termasuk delapan buah planet yang
sudah diketahui dengan orbit
berbentuk elips, lima planet kerdil/
katai, 173 satelit alami yang telah
diidentifikasi[b], dan jutaan benda
langit (meteor, asteroid, komet)
lainnya.
Tata Surya terbagi menjadi Matahari,
empat planet bagian dalam, sabuk
asteroid, empat planet bagian luar,
dan di bagian terluar adalah Sabuk
Kuiper dan piringan tersebar. Awan
Oort diperkirakan terletak di daerah
terjauh yang berjarak sekitar seribu
kali di luar bagian yang terluar.
Berdasarkan jaraknya dari matahari,
kedelapan planet Tata Surya ialah
Merkurius (57,9 juta km), Venus
(108 juta km), Bumi (150 juta km),
Mars (228 juta km), Yupiter (779 juta
km), Saturnus (1.430 juta km),
Uranus (2.880 juta km), dan
Neptunus (4.500 juta km). Sejak
pertengahan 2008, ada lima obyek
angkasa yang diklasifikasikan
sebagai planet kerdil. Orbit planet-
planet kerdil, kecuali Ceres, berada
lebih jauh dari Neptunus. Kelima
planet kerdil tersebut ialah Ceres (415
juta km. di sabuk asteroid; dulunya
diklasifikasikan sebagai planet
kelima), Pluto (5.906 juta km.;
dulunya diklasifikasikan sebagai
planet kesembilan), Haumea (6.450
juta km), Makemake (6.850 juta
km), dan Eris (10.100 juta km).
Enam dari kedelapan planet dan tiga
dari kelima planet kerdil itu dikelilingi
oleh satelit alami, yang biasa disebut
dengan "bulan" sesuai dengan Bulan
atau satelit alami Bumi. Masing-
masing planet bagian luar dikelilingi
oleh cincin planet yang terdiri dari
debu dan partikel lain.
benda langit yang terdiri atas sebuah
bintang yang disebut Matahari dan
semua objek yang terikat oleh gaya
gravitasinya. Objek-objek tersebut
termasuk delapan buah planet yang
sudah diketahui dengan orbit
berbentuk elips, lima planet kerdil/
katai, 173 satelit alami yang telah
diidentifikasi[b], dan jutaan benda
langit (meteor, asteroid, komet)
lainnya.
Tata Surya terbagi menjadi Matahari,
empat planet bagian dalam, sabuk
asteroid, empat planet bagian luar,
dan di bagian terluar adalah Sabuk
Kuiper dan piringan tersebar. Awan
Oort diperkirakan terletak di daerah
terjauh yang berjarak sekitar seribu
kali di luar bagian yang terluar.
Berdasarkan jaraknya dari matahari,
kedelapan planet Tata Surya ialah
Merkurius (57,9 juta km), Venus
(108 juta km), Bumi (150 juta km),
Mars (228 juta km), Yupiter (779 juta
km), Saturnus (1.430 juta km),
Uranus (2.880 juta km), dan
Neptunus (4.500 juta km). Sejak
pertengahan 2008, ada lima obyek
angkasa yang diklasifikasikan
sebagai planet kerdil. Orbit planet-
planet kerdil, kecuali Ceres, berada
lebih jauh dari Neptunus. Kelima
planet kerdil tersebut ialah Ceres (415
juta km. di sabuk asteroid; dulunya
diklasifikasikan sebagai planet
kelima), Pluto (5.906 juta km.;
dulunya diklasifikasikan sebagai
planet kesembilan), Haumea (6.450
juta km), Makemake (6.850 juta
km), dan Eris (10.100 juta km).
Enam dari kedelapan planet dan tiga
dari kelima planet kerdil itu dikelilingi
oleh satelit alami, yang biasa disebut
dengan "bulan" sesuai dengan Bulan
atau satelit alami Bumi. Masing-
masing planet bagian luar dikelilingi
oleh cincin planet yang terdiri dari
debu dan partikel lain.
Label:
Astronomi class
Penyebab LUBANG HITAM (BLACK HOLE)
Lubang Hitam tercipta ketika suatu
obyek tidak dapat bertahan dari
kekuatan tekanan gaya gravitasinya
sendiri. Banyak obyek (termasuk
matahari dan bumi) tidak akan
pernah menjadi lubang hitam.
Tekanan gravitasi pada matahari dan
bumi tidak mencukupi untuk
melampaui kekuatan atom dan
nuklir dalam dirinya yang sifatnya
melawan tekanan gravitasi. Tetapi
sebaliknya untuk obyek yang
bermassa sangat besar, tekanan
gravitasi-lah yang menang.
Massa dari lubang hitam terus
bertambah dengan cara menangkap
semua materi didekatnya. Semua
materi tidak bisa lari dari jeratan
lubang hitam jika melintas terlalu
dekat. Jadi obyek yang tidak bisa
menjaga jarak yang aman dari
lubang hitam akan terhisap.
Berlainan dengan reputasi yang
disandangnya saat ini yang
menyatakan bahwa lubang hitam
dapat menghisap apa saja
disekitarnya, lubang hitam tidak
dapat menghisap material yang
jaraknya sangat jauh dari dirinya.
dia hanya bisa menarik materi yang
lewat sangat dekat dengannya.
Contoh : bayangkan matahari kita
menjadi lubang hitam dengan
massa yang sama. Kegelapan akan
menyelimuti bumi dikarenakan tidak
ada pancaran cahaya dari lubang
hitam, tetapi bumi akan tetap
mengelilingi lubang hitam itu
dengan jarak dan kecepatan yang
sama dengan saat ini dan tidak
terhisap masuk kedalamnya. Bahaya
akan mengancam hanya jika bumi
kita berjarak 10 mil dari lubang
hitam, dimana hal ini masih jauh
dari kenyataan bahwa bumi berjarak
93 juta mil dari matahari. Lubang
hitam juga dapat bertambah
massanya dengan cara bertubrukan
dengan lubang hitam yang lain
sehingga menjadi satu lubang hitam
yang lebih besar.
obyek tidak dapat bertahan dari
kekuatan tekanan gaya gravitasinya
sendiri. Banyak obyek (termasuk
matahari dan bumi) tidak akan
pernah menjadi lubang hitam.
Tekanan gravitasi pada matahari dan
bumi tidak mencukupi untuk
melampaui kekuatan atom dan
nuklir dalam dirinya yang sifatnya
melawan tekanan gravitasi. Tetapi
sebaliknya untuk obyek yang
bermassa sangat besar, tekanan
gravitasi-lah yang menang.
Massa dari lubang hitam terus
bertambah dengan cara menangkap
semua materi didekatnya. Semua
materi tidak bisa lari dari jeratan
lubang hitam jika melintas terlalu
dekat. Jadi obyek yang tidak bisa
menjaga jarak yang aman dari
lubang hitam akan terhisap.
Berlainan dengan reputasi yang
disandangnya saat ini yang
menyatakan bahwa lubang hitam
dapat menghisap apa saja
disekitarnya, lubang hitam tidak
dapat menghisap material yang
jaraknya sangat jauh dari dirinya.
dia hanya bisa menarik materi yang
lewat sangat dekat dengannya.
Contoh : bayangkan matahari kita
menjadi lubang hitam dengan
massa yang sama. Kegelapan akan
menyelimuti bumi dikarenakan tidak
ada pancaran cahaya dari lubang
hitam, tetapi bumi akan tetap
mengelilingi lubang hitam itu
dengan jarak dan kecepatan yang
sama dengan saat ini dan tidak
terhisap masuk kedalamnya. Bahaya
akan mengancam hanya jika bumi
kita berjarak 10 mil dari lubang
hitam, dimana hal ini masih jauh
dari kenyataan bahwa bumi berjarak
93 juta mil dari matahari. Lubang
hitam juga dapat bertambah
massanya dengan cara bertubrukan
dengan lubang hitam yang lain
sehingga menjadi satu lubang hitam
yang lebih besar.
Label:
Astronomi class
Landasan Teori LUBANG HITAM (BLACK HOLE)
Teori adanya lubang hitam pertama
kali diajukan pada abad ke-18 oleh
John Michell and Pierre-Simon
Laplace, selanjutnya dikembangkan
oleh astronom Jerman bernama Karl
Schwarzschild, pada tahun 1916,
dengan berdasar pada teori
relativitas umum dari Albert Einstein,
dan semakin dipopulerkan oleh
Stephen William Hawking. Pada saat
ini banyak astronom yang percaya
bahwa hampir semua galaksi dialam
semesta ini mengelilingi lubang
hitam pada pusat galaksi.
Adalah John Archibald Wheeler pada
tahun 1967 yang memberikan nama
"Lubang Hitam" sehingga menjadi
populer di dunia bahkan juga
menjadi topik favorit para penulis
fiksi ilmiah. Kita tidak dapat melihat
lubang hitam akan tetapi kita bisa
mendeteksi materi yang tertarik /
tersedot ke arahnya. Dengan cara
inilah, para astronom mempelajari
dan mengidentifikasikan banyak
lubang hitam di angkasa lewat
observasi yang sangat hati-hati
sehingga diperkirakan di angkasa
dihiasi oleh jutaan lubang hitam.
kali diajukan pada abad ke-18 oleh
John Michell and Pierre-Simon
Laplace, selanjutnya dikembangkan
oleh astronom Jerman bernama Karl
Schwarzschild, pada tahun 1916,
dengan berdasar pada teori
relativitas umum dari Albert Einstein,
dan semakin dipopulerkan oleh
Stephen William Hawking. Pada saat
ini banyak astronom yang percaya
bahwa hampir semua galaksi dialam
semesta ini mengelilingi lubang
hitam pada pusat galaksi.
Adalah John Archibald Wheeler pada
tahun 1967 yang memberikan nama
"Lubang Hitam" sehingga menjadi
populer di dunia bahkan juga
menjadi topik favorit para penulis
fiksi ilmiah. Kita tidak dapat melihat
lubang hitam akan tetapi kita bisa
mendeteksi materi yang tertarik /
tersedot ke arahnya. Dengan cara
inilah, para astronom mempelajari
dan mengidentifikasikan banyak
lubang hitam di angkasa lewat
observasi yang sangat hati-hati
sehingga diperkirakan di angkasa
dihiasi oleh jutaan lubang hitam.
Label:
Astronomi class
Pengertian LUBANG HITAM (BLACK HOLE)
Lubang hitam adalah sebuah
pemusatan massa yang cukup
besar sehingga menghasilkan gaya
gravitasi yang sangat besar. Gaya
gravitasi yang sangat besar ini
mencegah apa pun lolos darinya
kecuali melalui perilaku terowongan
kuantum. Medan gravitasi begitu
kuat sehingga 8kecepatan lepas di
dekatnya mendekati kecepatan
cahaya. Tak ada sesuatu, termasuk
radiasi elektromagnetik yang dapat
lolos dari gravitasinya, bahkan
cahaya hanya dapat masuk tetapi
tidak dapat keluar atau melewatinya,
dari sini diperoleh kata "hitam".
Istilah "lubang hitam" telah tersebar
luas, meskipun ia tidak menunjuk ke
sebuah lubang dalam arti biasa,
tetapi merupakan sebuah wilayah di
angkasa di mana semua tidak dapat
kembali. Secara teoritis, lubang
hitam dapat memliki ukuran apa
pun, dari mikroskopik sampai ke
ukuran alam raya yang dapat
diamati.
pemusatan massa yang cukup
besar sehingga menghasilkan gaya
gravitasi yang sangat besar. Gaya
gravitasi yang sangat besar ini
mencegah apa pun lolos darinya
kecuali melalui perilaku terowongan
kuantum. Medan gravitasi begitu
kuat sehingga 8kecepatan lepas di
dekatnya mendekati kecepatan
cahaya. Tak ada sesuatu, termasuk
radiasi elektromagnetik yang dapat
lolos dari gravitasinya, bahkan
cahaya hanya dapat masuk tetapi
tidak dapat keluar atau melewatinya,
dari sini diperoleh kata "hitam".
Istilah "lubang hitam" telah tersebar
luas, meskipun ia tidak menunjuk ke
sebuah lubang dalam arti biasa,
tetapi merupakan sebuah wilayah di
angkasa di mana semua tidak dapat
kembali. Secara teoritis, lubang
hitam dapat memliki ukuran apa
pun, dari mikroskopik sampai ke
ukuran alam raya yang dapat
diamati.
Label:
Astronomi class
JENIS JENIS KOMET
Komet Halley,
secara resmi diberi
nama 1P/Halley,
nama umumnya
diberikan menurut
nama Edmond
Halley, adalah suatu
komet yang terlihat
dari bumi setiap
75-76 tahun. Komet
ini merupakan
komet paling
terkenal di antara
komet-komet
periodik lainnya.
Walaupun pada
setiap abad banyak
komet berperiode
panjang yang
muncul dengan lebih
terang dan dahsyat,
Halley adalah satu-
satunya komet
dengan periode
pendek yang tampak
dengan mata
telanjang, dan
karenanya
merupakan komet
yang tampak
dengan mata
telanjang yang pasti
kembali dalam
rentang umur
manusia.
Kemunculannya
sepanjang sejarah
memiliki pengaruh
yang besar terhadap
sejarah manusia,
walaupun
penampakannya
tidak dikenali sebagai
obyek yang sama
sampai abad ke-17.
Komet Halley
terakhir muncul di
tata surya pada
tahun 1986, dan
akan muncul
kembali pada
pertengahan 2061
Komet Encke
(secara resmi
dinamai 2P/Encke)
adalah sebuah
komet periodik
dengan periode 3,3
tahun, dinamai
menurut Johann
Franz Encke, yang
melalui studi
kerasnya pada orbit
komet tersebut dan
melalui banyak
perhitungan dapat
menghubungkan
pengamatan
terdahulu pada 1786
(2P/1786 B1), 1795
(2P/1795 V1), 1805
(2P/1805 U1) dan
1818 (2P/1818 W1)
pada satu obyek
yang sama. Pada
1819 ia menerbitkan
kesimpulannya pada
jurnal
Correspondance
astronomique, dan
memprediksi
dengan tepat
kemunculan sang
komet pada 1822
(2P/1822 L1).
Dari penyebutan
nama resminnya,
dapat diketahui
bahwa Encke adalah
komet periodik
kedua yang
ditemukan setelah
Komet Halley (yang
dikenal juga sebagai
1P/Halley). Tidak
seperti biasanya,
komet Encke
dinamai berdasarkan
orang yang berhasil
menghitung
orbitnya dan bukan
yang
menemukannya
(Pierre Méchain).
Komet Hyakutake
(kode resmi:
C/1996 B2) adalah
sebuah komet yang
ditemukan pada 30
Januari 1996 oleh
seorang pengamat
astronomi amatir
asal Jepang, Yuji
Hyakutake. Komet ini
melintasi Bumi
dalam jarak yang
sangat dekat pada
Maret tahun tersebut
(paling dekat pada 25
Maret), salah satu
lintasan komet yang
terdekat dalam 200
tahun, sehingga
tampak terang dan
dapat dilihat oleh
banyak orang di
sepanjang dunia.
Hasil penelitian ilmiah
terhadap komet ini
menunjukkan
adanya emisi sinar-X
dari komet tersebut;
pertama kalinya
sebuah komet
diketahui melakukan
hal tersebut. Selain
itu, Hyakutake adalah
komet dengan ekor
terpanjang yang
diketahui hingga kini.
Hyakutake adalah
sebuah komet
periode panjang.
Sebelum
perjalanannya
melewati tata surya,
periode orbitnya
mencapai sekitar
15.000 tahun,
namun pengaruh
gravitasi dari planet-
planet raksasa (atau
“raksasa gas,” yang
terdiri dari Jupiter,
Saturnus, Uranus,
dan Neptunus) telah
meningkatkannya
hingga 72.000
tahun.
Source From :
Wikipedia Indonesia
secara resmi diberi
nama 1P/Halley,
nama umumnya
diberikan menurut
nama Edmond
Halley, adalah suatu
komet yang terlihat
dari bumi setiap
75-76 tahun. Komet
ini merupakan
komet paling
terkenal di antara
komet-komet
periodik lainnya.
Walaupun pada
setiap abad banyak
komet berperiode
panjang yang
muncul dengan lebih
terang dan dahsyat,
Halley adalah satu-
satunya komet
dengan periode
pendek yang tampak
dengan mata
telanjang, dan
karenanya
merupakan komet
yang tampak
dengan mata
telanjang yang pasti
kembali dalam
rentang umur
manusia.
Kemunculannya
sepanjang sejarah
memiliki pengaruh
yang besar terhadap
sejarah manusia,
walaupun
penampakannya
tidak dikenali sebagai
obyek yang sama
sampai abad ke-17.
Komet Halley
terakhir muncul di
tata surya pada
tahun 1986, dan
akan muncul
kembali pada
pertengahan 2061
Komet Encke
(secara resmi
dinamai 2P/Encke)
adalah sebuah
komet periodik
dengan periode 3,3
tahun, dinamai
menurut Johann
Franz Encke, yang
melalui studi
kerasnya pada orbit
komet tersebut dan
melalui banyak
perhitungan dapat
menghubungkan
pengamatan
terdahulu pada 1786
(2P/1786 B1), 1795
(2P/1795 V1), 1805
(2P/1805 U1) dan
1818 (2P/1818 W1)
pada satu obyek
yang sama. Pada
1819 ia menerbitkan
kesimpulannya pada
jurnal
Correspondance
astronomique, dan
memprediksi
dengan tepat
kemunculan sang
komet pada 1822
(2P/1822 L1).
Dari penyebutan
nama resminnya,
dapat diketahui
bahwa Encke adalah
komet periodik
kedua yang
ditemukan setelah
Komet Halley (yang
dikenal juga sebagai
1P/Halley). Tidak
seperti biasanya,
komet Encke
dinamai berdasarkan
orang yang berhasil
menghitung
orbitnya dan bukan
yang
menemukannya
(Pierre Méchain).
Komet Hyakutake
(kode resmi:
C/1996 B2) adalah
sebuah komet yang
ditemukan pada 30
Januari 1996 oleh
seorang pengamat
astronomi amatir
asal Jepang, Yuji
Hyakutake. Komet ini
melintasi Bumi
dalam jarak yang
sangat dekat pada
Maret tahun tersebut
(paling dekat pada 25
Maret), salah satu
lintasan komet yang
terdekat dalam 200
tahun, sehingga
tampak terang dan
dapat dilihat oleh
banyak orang di
sepanjang dunia.
Hasil penelitian ilmiah
terhadap komet ini
menunjukkan
adanya emisi sinar-X
dari komet tersebut;
pertama kalinya
sebuah komet
diketahui melakukan
hal tersebut. Selain
itu, Hyakutake adalah
komet dengan ekor
terpanjang yang
diketahui hingga kini.
Hyakutake adalah
sebuah komet
periode panjang.
Sebelum
perjalanannya
melewati tata surya,
periode orbitnya
mencapai sekitar
15.000 tahun,
namun pengaruh
gravitasi dari planet-
planet raksasa (atau
“raksasa gas,” yang
terdiri dari Jupiter,
Saturnus, Uranus,
dan Neptunus) telah
meningkatkannya
hingga 72.000
tahun.
Source From :
Wikipedia Indonesia
Label:
Astronomi class
KOMET
Komet adalah
benda angkasa yang
mirip asteroid, tetapi
hampir seluruhnya
terbentuk dari gas
(karbon dioksida,
metana, air) dan
debu yang
membeku. Komet
memiliki orbit atau
lintasan yang
berbentuk elips, lebih
lonjong dan panjang
daripada orbit planet.
Komet yang cerah
pastinya menarik
perhatian ramai.
Ciri fisik
Ketika komet
menghampiri
bagian-dalam Tata
Surya, radiasi dari
matahari
menyebabkan
lapisan es terluarnya
menguap. Arus
debu dan gas yang
dihasilkan
membentuk suatu
atmosfer yang besar
tetapi sangat tipis di
sekeliling komet,
disebut coma. Akibat
tekanan radiasi
matahari dan angin
matahari pada coma
ini, terbentuklah ekor
raksasa yang
menjauhi matahari.
Coma dan ekor
komet membalikkan
cahaya matahari dan
bisa dilihat dari bumi
jika komet itu cukup
dekat. Ekor komet
berbeda-beda
bentuk dan
ukurannya. Semakin
dekat komet tersebut
dengan matahari,
semakin panjanglah
ekornya. Ada juga
komet yang tidak
berekor.Komet
mempunyai
orbit
berbentuk
elips.
Perhatikan
ia
mempunyai
dua
ekor
Komet bergerak
mengelilingi
matahari berkali-kali,
tetapi peredarannya
memakan waktu
yang lama. Komet
dibedakankan
menurut rentangan
waktu orbitnya.
Rentanagan waktu
pendek adalah
kurang dari 200
tahun dan rentangan
waktu yang panjang
adalah lebih dari 200
tahun. Secara
umumnya bentuk
orbit komet adalah
elips.
benda angkasa yang
mirip asteroid, tetapi
hampir seluruhnya
terbentuk dari gas
(karbon dioksida,
metana, air) dan
debu yang
membeku. Komet
memiliki orbit atau
lintasan yang
berbentuk elips, lebih
lonjong dan panjang
daripada orbit planet.
Komet yang cerah
pastinya menarik
perhatian ramai.
Ciri fisik
Ketika komet
menghampiri
bagian-dalam Tata
Surya, radiasi dari
matahari
menyebabkan
lapisan es terluarnya
menguap. Arus
debu dan gas yang
dihasilkan
membentuk suatu
atmosfer yang besar
tetapi sangat tipis di
sekeliling komet,
disebut coma. Akibat
tekanan radiasi
matahari dan angin
matahari pada coma
ini, terbentuklah ekor
raksasa yang
menjauhi matahari.
Coma dan ekor
komet membalikkan
cahaya matahari dan
bisa dilihat dari bumi
jika komet itu cukup
dekat. Ekor komet
berbeda-beda
bentuk dan
ukurannya. Semakin
dekat komet tersebut
dengan matahari,
semakin panjanglah
ekornya. Ada juga
komet yang tidak
berekor.Komet
mempunyai
orbit
berbentuk
elips.
Perhatikan
ia
mempunyai
dua
ekor
Komet bergerak
mengelilingi
matahari berkali-kali,
tetapi peredarannya
memakan waktu
yang lama. Komet
dibedakankan
menurut rentangan
waktu orbitnya.
Rentanagan waktu
pendek adalah
kurang dari 200
tahun dan rentangan
waktu yang panjang
adalah lebih dari 200
tahun. Secara
umumnya bentuk
orbit komet adalah
elips.
Label:
Astronomi class
Sabtu, 14 Agustus 2010

Galaksi Bima Sakti, biasanya disebut sebagai hanya Bima Sakti, atau kadang-kadang hanya sebagai Galaxy, adalah galaksi yang kita tata surya berada. The Milky Way is a barred spiral galaxy that is part of the Local Group of galaxies. Bima Sakti adalah galaksi spiral dilarang yang merupakan bagian dari Grup Lokal galaksi. It is one of billions of galaxies in the observable universe . Ini adalah salah satu dari miliaran galaksi di alam semesta teramati . Its name is a translation of the Latin Via Lactea , in turn translated from the Greek Γαλαξίας ( Galaxias ), referring to the pale band of light formed by stars in the galactic plane as seen from Earth (see etymology of galaxy ). Namanya adalah terjemahan dari bahasa Latin Bimasakti, pada gilirannya diterjemahkan dari bahasa Yunani Γαλαξίας (Galaxias), mengacu pada band pucat cahaya yang dibentuk oleh bintang-bintang di pesawat galaksi seperti terlihat dari Bumi (lihat etimologi dari galaksi ).
Some sources hold that, strictly speaking, the term Milky Way should refer exclusively to the band of light that the galaxy forms in the night sky , while the galaxy should receive the full name Milky Way Galaxy , or alternatively the Galaxy . [ 9 ] [ 10 ] [ 11 ] However, it is unclear how widespread this convention is, and the term Milky Way is routinely used in either context. Beberapa sumber berpendapat bahwa, tegas berbicara, Milky Way istilah harus merujuk secara eksklusif untuk band cahaya bahwa bentuk-bentuk galaksi di langit malam , sementara galaksi harus menerima nama lengkap Galaksi Bima Sakti, atau alternatif Galaxy itu. [9] [ 10] [11] Namun, tidak jelas bagaimana luas konvensi ini, dan istilah Milky Way secara rutin digunakan dalam konteks baik
Semua bintang yang dapat membedakan mata di langit malam adalah bagian dari Galaksi Bima Sakti, tapi selain dari bintang terdekat relatif, galaksi muncul sebagai band kabur cahaya putih melengkung di seluruh wilayah surgawi . The light originates from stars and other material that lie within the galactic plane. Cahaya berasal dari bintang-bintang dan materi lain yang terletak dalam pesawat galaksi. Dark regions within the band, such as the Great Rift and the Coalsack , correspond to areas where light from distant stars is blocked by dark nebulae. Dark daerah dalam band, seperti Great Rift dan Coalsack , sesuai dengan daerah dimana cahaya dari bintang-bintang jauh diblokir oleh nebula gelap. The Milky Way has a relatively low surface brightness due to the interstellar medium that fills the galactic disk, which prevents us from seeing the bright galactic center. Bima Sakti memiliki relatif rendah kecerahan permukaan karena medium antarbintang yang mengisi disk galaksi, yang mencegah kita untuk melihat pusat galaksi terang. It is thus difficult to see from any urban or suburban location suffering from light pollution . Dengan demikian sulit untuk melihat dari perkotaan atau pinggiran kota lokasi menderita polusi cahaya .
The center of the galaxy lies in the direction of Sagittarius , and it is here that Milky Way looks brightest. The pusat galaksi terletak di arah Sagittarius , dan di sini bahwa Bima Sakti tampak cerdas. From Sagittarius, the Milky Way appears to pass westward through the constellations of Scorpius , Ara , Norma , Triangulum Australe , Circinus , Centaurus , Musca , Crux , Carina , Vela , Puppis , Canis Major , Monoceros , Orion and Gemini , Taurus , Auriga , Perseus , Andromeda , Cassiopeia , Cepheus and Lacerta , Cygnus , Vulpecula , Sagitta , Aquila , Ophiuchus , Scutum , and back to Sagittarius . Dari Sagittarius, Bima Sakti tampaknya lulus ke barat melalui konstelasi dari Scorpius , Ara , Norma , Triangulum Australe , Circinus , Centaurus , Musca , Crux , Carina , Vela , Puppis , Canis Mayor , monoceros , Orion dan Gemini , Taurus , Auriga , Perseus , Andromeda , Cassiopeia , Cepheus dan Lacerta , Cygnus , Vulpecula , Sagitta , Aquila , Ophiuchus , tameng , dan kembali ke Sagittarius . The fact that the Milky Way divides the night sky into two roughly equal hemispheres indicates that the Solar System lies close to the galactic plane . Fakta bahwa Bima Sakti membagi langit malam menjadi dua kira-kira sama belahan menunjukkan bahwa Tata Surya terletak dekat dengan pesawat galaksi .
The galactic plane is inclined by about 60 degrees to the ecliptic (the plane of the Earth's orbit). Pesawat galaksi cenderung oleh sekitar 60 derajat ke ekliptik (bidang orbit Bumi). Relative to the celestial equator , it passes as far north as the constellation of Cassiopeia and as far south as the constellation of Crux , indicating the high inclination of Earth's equatorial plane and the plane of the ecliptic relative to the galactic plane. Relatif terhadap ekuator langit , melewati utara sejauh sebagai konstelasi Cassiopeia dan sejauh selatan sebagai rasi Crux , menunjukkan kecenderungan tinggi Bumi bidang ekuator dan pesawat dari ekliptik relatif terhadap bidang galaksi. The north galactic pole is situated at right ascension 12h 49m, declination +27.4° ( B1950 ) near beta Comae Berenices , and the south galactic pole is near alpha Sculptoris . The galaksi kutub utara terletak di kanan kenaikan 12h 49m, deklinasi 27,4 ° ( B1950 ) di dekat Berenices Comae beta , dan kutub selatan galaksi dekat Sculptoris alpha .
Label:
Astronomi class
Langganan:
Postingan (Atom)